Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropika atau sering juga ditulis sebagai hutan hujan tropis adalah bioma berupa hutan yang selalu basah atau lembap, yang dapat ditemui di wilayah sekitar khatulistiwa; yakni kurang lebih pada lintang 0°–10° ke utara dan ke selatan garis khatulistiwa. Hutan hujan tropis bisa juga diartikan sebagai hutan yang terletak di daerah tropis yang memiliki curah hujan tinggi. Maka dari itu, disebut Hutan Hujan Tropis.

Hutan tropis (© FSC ID @Wijaya Sentosa)© FSC ID @Wijaya Sentosa1. Hutan Hujan Tropis, seperti apakah dia ?
Hutan hujan tropika merupakan rumah untuk setengah spesies flora dan fauna di seluruh dunia. Hutan hujan tropis juga dijuluki sebagai "farmasi terbesar dunia" karena hampir 1/4 obat modern berasal dari tumbuhan di hutan hujan ini.

persebaran hutan hujan tropis di Indonesia berada di pulau-pulau besar seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Keberagaman flora dan fauna di Indonesia termasuk tinggi di dunia, jauh lebih tinggi daripada Amerika Selatan dan Afrika yang juga beriklim tropis.
Berdasarkan negara, lima negara terluas yang memiliki hutan hujan tropis berturut-turut adalah: Brasil, Republik Demokratik Kongo, Indonesia, Peru dan Kolombia.

2. Mengapa Ia Penting untuk Dunia?
Hutan hujan memberikan layanan ekologis, termasuk menyimpan ratusan milyar ton karbon, melindungi dari banjir dan kekeringan, menstabilkan tanah, mempengaruhi pola curah hujan, dan menyediakan rumah bagi satwa liar dan penduduk asli. Hutan hujan juga merupakan sumber dari banyak produk yang bermanfaat di mana masyarakat lokal bergantung.

3. Bagaimana Cara Melindungi Hutan Dunia Agar Tidak Musnah?
Hutan hujan menghilang dengan sangat cepat.
Untungnya ada banyak orang yang ingin menyelamatkan hutan hujan.

Cara kita menyelamatkan hutan hujan tropis adalah kita perlu mengubah gaya hidup. Manusia perlu beralih dari praktik bisnis konvensional ke cara-cara yang kreatif yang tidak menghabiskan sumberdaya alam sehingga pelestarian ekosistem hutan hujan tropis dapat tercapai.

Pola konsumsi kita juga perlu berubah.

  • Konsumsilah dengan bijak, ambillah seperlunya,
  • Tempatkan sampah pada tempatnya agar tidak terbuang ke sungai dan laut,
  • Konsumen mempunyai kekuatan untuk mengubah pasar, melalui tindakan yang cerdas berkelanjutan, misalnya dengan berbelanja produk yang memiliki label berkelanjutan pada kemasannya.

Fakta Hutan Hujan Tropis:

1. Keanekaragaman hayati: tingkat keanekaragaman hayati di hutan hujan tropis sangat tinggi. Para ilmuwan memperkirakan bahwa sekitar setengah dari spesies darat Bumi hidup di hutan hujan.

2. Layanan ekosistem: hutan tropis memproduksi oksigen atas 25-30 persen dari perputaran oksigen dunia dan menyimpan karbon sekitar 229-247 milyar ton karbon melalui fotosintesis; ia mempengaruhi pola curah hujan dan cuaca; siklus banjir dan kekeringan yang moderat; dan memfasilitasi siklus nutrisi; lebih tinggi daripada ekosistem lain. Karena terletak di daerah tropis, ia menerima banyak sinar matahari yang dikonversi menjadi energi oleh tanaman melalui proses fotosintesis.

3. Iklim dan pola cuaca global: Hutan hujan juga memiliki peran dalam pola cuaca global. Sebagai contoh, para peneliti telah menunjukkan bahwa hutan di Amerika Selatan memengaruhi curah hujan di Amerika Serikat, sementara hutan di Asia Tenggara memengaruhi pola hujan di Eropa tenggara dan Cina.

4. Menjaga siklus air: peran hutan hujan adalah menambahkan proses air ke atmosfer lewat proses transpirasi (pelepasan air dari daun selama fotosintesis) yang menjaga kelembaban dunia. Di Amazon, 50-80 persen kelembaban terjadi karena siklus air ekosistem. Ketika hutan ditebang, sedikit kelembaban masuk ke atmosfer dan curah hujan menurun, kadang-kadang menyebabkan kekeringan.

5. Melindungi dari banjir, kekeringan, dan erosi: Hutan hujan juga penting dalam mengurangi erosi tanah dengan menjangkarkan tanah dengan akarnya. Ketika pohon ditebang, tidak ada lagi yang bisa melindungi tanah, dan tanah dengan cepat tersapu oleh hujan. Di lereng bukit yang curam, hilangnya hutan dapat memicu tanah longsor


4. Apakah Ada Kehidupan di Kanopi Hutan?

Lebih dari separuh kehidupan di hutan hujan lebih banyak ditemukan di pepohonan, daripada di lantai hutan, menjadikannya habitat terkaya bagi kehidupan tumbuhan dan satwa.
Tajuk rindang yang dikenal sebagai kanopi umumnya berada di ketinggian 30 meter di atas tanah, terdiri dari cabang dan daun pohon hutan hujan yang tumpang tindih.

Kondisi kanopi sangat berbeda dari kondisi lantai hutan. Pada siang hari, kanopi lebih kering dan lebih panas daripada bagian hutan lainnya, dan tumbuhan serta satwa yang hidup pun beradaptasi.

Bentuk adaptasinya misalnya :

  • karena dedaunan di kanopi membuat sulit untuk melihat, banyak satwa kanopi yang mengandalkan suara yang keras untuk berkomunikasi.
  • berbagai jenis satwa telah mengembangkan berbagai kemampuan untuk terbang, meluncur, atau melompat untuk bergerak diantara cabang dan dahan.
  • tumbuhan juga telah mengembangkan adaptasi berupa mekanisme menahan air seperti adanya lapisan lilin pada daun.

Ketinggian pohon membuat penelitian sulit melakukan penelitian mendalam terkait kehidupan di kanopi. Kanopi umumnya diakses menggunakan alat panjat, jembatan tali, tangga, dan menara. Para peneliti bahkan menggunakan pesawat drone bersensor khusus untuk mempelajari kanopi.

5. Seperti Apa Kehidupan di Lantai Hutan?

Lantai hutan hujan seringkali gelap dan lembab karena selalu ternaungi oleh daun pohon kanopi. Kanopi tidak hanya menghalangi sinar matahari, tetapi juga meredam angin dan hujan, serta membatasi pertumbuhan semak.

Terlepas dari naungannya dari kanopi, lantai dasar hutan hujan merupakan tempat yang penting untuk interaksi antar satwa dan tumbuhan melalui mekanisme yang beragam dan kompleks.
Lantai hutan merupakan salah satu lokasi utama untuk dekomposisi atau pembusukan. Ini suatu proses terpenting untuk kelanjutan hutan secara keseluruhan. Ia memberikan dukungan untuk pohon-pohon untuk terus bertumbuh, membentuk kanopi dan juga rumah bagi beberapa spesies hutan hujan yang paling terkenal; termasuk gorila, harimau, tapir, dan gajah.


6. Sejauh Mana Hutan Hujan Berpengaruh pada Penyediaan Air Dunia ?

Daerah Aliran Sungai (DAS) hutan dan lahan basah memasok 75 persen kebutuhan air tawar dunia untuk kebutuhan domestik, pertanian, industri dan ekologi.

Hutan merupakan komponen kunci dari pengelolaan DAS. Hutan menjaga stok dan kualitas air tawar di daerah aliran sungai yang memiliki peran penting dalam ekologi bumi dan kontribusi yang signifikan terhadap kemakmuran dan kesejahteraan manusia.

Sekitar sepertiga dari kota-kota terbesar di dunia memperoleh sejumlah besar persediaan air minum mereka langsung dari kawasan hutan lindung
Kota-kota dengan populasi besar seperti Mumbai, Bogotá dan New York mengandalkan hutan untuk persediaan air mereka. Jumlah ini akan meningkat karena populasi di pusat-pusat kota terus mengalami pertumbuhan.

Baca : Bagaimana hutan berkontribusi terhadap kebutuhan air kita?
Inilah hubungan mesra antara hutan dan ketersediaan air.

Perairan hutan hujan adalah rumah bagi kekayaan satwa liar yang hampir beragam seperti biota di darat. Sebagai contoh, lebih dari 5.600 spesies ikan telah diidentifikasi di Lembah Amazon saja.Begitupun sungai-sungai di Sumatera, Kalimantan.

Baca : Ikan langka ditemukan di hutan harapan
Fauna ikan di Cagar Alam Muara Kendawan

Saat ini ekosistem hutan tropis terancam. Ancaman utama adalah alih fungsi lahan hutan menjadi perkebunan sawit, pertambangan, perkotaan, polusi, dan penangkapan ikan berlebihan.


Artikel ini diadaptasi dari berbagai sumber :

- Wikipedia
- Mongabay (Penting bagi Dunia: Berikut 10 Informasi tentang Hutan Hujan Tropis)
- National Geographic (Bagaimana Hutan Berkontribusi Terhadap Kebutuhan Air Kita)


© Forest Stewardship Council® · FSC® F000236