Jenis Sertifikasi FSC

(© TBI-PT. Roda Mas Timber)© TBI-PT. Roda Mas TimberFSC mengembangkan 2 sistem sertifikasi yang utama, yaitu Sertifikasi Pengelolaan Hutan (Forest Management), Sertifikasi Lacak Balak (Chain of Custody). Masing-masing sistem sertifikasi berkembang sesuai kebutuhan akan kondisi hutan dan pasar.
Misalnya untuk pengelolaan hutan, selain sertifikasi berorientasi pada hasil hutan kayu, berkembang pula sertifikat pengelolaan hutan yang menitikberatkan pada jasa lingkungan yaiti Ecosystem Services. Lalu juga pada pengelolaan hutan skala kecil yang dikelola oleh masyarakat yang sistemnya bernama SLIMF.

Lalu sebagai bagian dari Chain of Custody, ada juga FSC Recycle untuk kebutuhan memastikan bahan baku produk berasal dari limbah atau bongkaran konstruksi atau mebel bekas pakai. Selain itu ada pula Controlled Wood (CW), CW bukan sertifikasi, namun CW cukup penting sebagai tahap persiapan menuju sertifikasi.


Beragamnya sistem sertifikasi yang dikembangkan FSC merupakan bentuk kehati-hatian FSC dalam menjamin dan memastikan asal usul sumber bahan baku kayu yang digunakan dalam proses produksi, mulai dari ditebang, dipotong, dibentuk, diolah, dikemas, dan diangkut sampai ke tangan konsumen. Dalam proses rantai produksi sangat dimungkinkan adanya pencampuran bahan baku kayu yang berasal dari sumber yang baik dan yang tidak. Sumber yang baik adalah dari hutan yang dikelola secara bertanggung jawab. Sistem sertifikasi FSC berfungsi untuk memastikan hutan telah dikelola secara bertanggung jawab.

Berikut penjelasan sistem sertifikasi FSC dan pengembangannya :

1.) Sertifikasi Pengelolaan Hutan atau dikenal dengan FM-FSC. FM merupakan singkatan dari Forest Management. Sertifikat FM-FSC diberikan kepada pengelola konsesi hutan atau pemilik lahan yang telah diverifikasi dengan sistem sertifikasi FM-FSC menggunakan Prinsip dan Kriteria FSC untuk praktek pengelolaan hutan yang bertanggung jawab.

2.) Sertifikasi Lacak Balak, atau dikenal dengan CoC-FSC. CoC merupakan singkatan dari Chain of Custody. CoC-FSC berlaku untuk produsen, manufaktur, dan pedagang hasil hutan bersertifikat FSC. Chain of Custody memastikan bahan baku produk berasal dari sumber/hutan yang bersertifikat FSC dan proses produksi di sepanjang rantai supply tidak tercampur bahan baku lain yang tidak bersertifikat, kecuali Controlled Wood.

3.) FSC Controlled Wood dikembangkan agar perusahaan/manufaktur yang belum bersertifikat FSC tidak mengambil kayu dari sumber yang tidak diterima (unacceptable). Kayu bersertifikat Chain of Custody hanya dapat dicampur dengan FSC Controlled Wood, untuk produk berlabel FSC Mix.

4.) Sertifikasi untuk hutan berbasis masyarakat. (small, low intensity, forest community based operation).

5.) FSC Recycle
6.) Ecosystem Services

© Forest Stewardship Council® · FSC® F000236