Pengembangan Centralized National Risk Assessment (CNRA)

Agar Controlled Wood menjadi lebih Mudah

Di dalam menerapkan Controlled Wood (CW) ada kebutuhan untuk memetakan daerah sumber kayu yang acceptable dan unacceptable. Biasanya untuk memetakan perusahaan diminta melakukan Risk Assessment (RA). Tetapi hasil RA masih dianggap kurang kredibel sehingga akhirnya dirperlukan adanya National Risk Assessment (NRA). NRA yang disusun berdasarkan inisiatif nasional dianggap lebih kuat, sehingga pada dasarnya setiap negara didorong untuk menyusun NRA. Namun untuk menyusun NRA juga bukan hal yang mudah. Indonesia merupakan salah satu negara yang banyak Controlled Wood digunakan dan membuthkan NRA.

Namun demikian dengan target tata waktu yang cukup ketat, dimana Working Group NRA harus dibentuk terlebih dahulu maka NRA belum dapat dikembangkan di Indonesia untuk saat ini, sehingga Centralized National Assessment (CNRA) yang disusun oleh konsultan dari FSC dengan memperhatikan masukan dari pubik, menjadi pilihan sementara.

Indonesia yang sangat heterogen dengan banyak pulau sebenarnya paling tepat diterapkan NRA karena penilaian NRA bisa lebih detail, dibandingkan dengan penilaian CNRA sangat general.

Di kemudian hari dengan dukungan stakeholder kehutanan di Indonesia, NRA diharapakn dapat disusun.

Konsultasi publik penyusunan CNRA telah dilakukan 2 kali yaitu pada 24 Agustus 2016 dan 2 Desember 2016, keduanya diselenggarakan di IICC Bogor.

Tujuan CNRA adalah membantu perusahaan menentukan low risk area dan memudahkan mendapatkan Controlled Wood, melibatkan Network Partner dalam menetapkan low risk area, mendorong penerapan full NRA, CNRA bersifat interim sesuai kondisi, dan mengurangi ketidakpastian bagi perusahaan.


Dokumen terkait Konsultasi Publik CNRA

© Forest Stewardship Council® · FSC® F000236